Zionisme Yahudi pada ajang acara pencarian bakat
JAKARTA
(Arrahmah.com) – Muslim Indonesia jangan senang dulu dengan menangnya
Fatin sebagai juara 1 pada acara X Factor Indonesia. Karena sesungguhnya
ajang-ajang pencarian bakat seperti ini mempunyai misi yang tersembunyi
yang tak tampak dengan kasat mata. Diperlukan kemampuan menganalisa
dari orang yang ahli dan mempunyai semangat keberpihakan kepada Islam
dan kaum muslimin. Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi, koordinator Kajian
Zionisme Internasional (KaZI) memberikan opininya kepada redaksi
arrahmah.commengenai hal itu, untuk membuka wawasan muslim Indonesia
pada, apa dan siapa sesungguhnya dibalik ajang-ajang seperti itu.
Berikut ini kami sajikan analisanya yang mudah dan cukup bisa dipahami,
namun tetap dalam karena dikutip langsung berdasarkan informasi dari
sang zionis. Semoga bermanfaat.
Ketahuilah wahai muslim Indonesia,
ada skenario zionis Yahudi pada ajang acara pencarian bakat dan
sejenisnya. Ajang pencarian bakat sebenarnya tidak lepas dari program
Yahudi. Mereka sadar cara paling ampuh melumpuhkan para pemuda muslim
adalah menjauhkan mereka dari gaya hidup Islam dan mendekatkan mereka
pada hedonisme dan hiburan. Hal inilah yang dikatakan Gleed Stones
mantan Perdana Menteri Inggris.
Dia mengatakan: “Percuma kita
memerangi umat Islam, dan tidak akan mampu menguasainya selama di dada
pemuda-pemuda Islam ini bertengger Al-Qur’an.Tugas kita sekarang adalah
mencabut Al-Qur’an di hati-hati mereka, baru kita akan menang dan
menguasai mereka. Minuman keras dan music lebih menghancurkan ummat
Muhammad dari pada seribu meriam, oleh karena itu, tanamkanlah dalam
hati mereka rasa cinta terhadap materi dan seks”
Maka cara ampuh
yang mereka lakukan adalah mempromosikan ajang pencarian bakat ke
negeri-negeri muslim. Indonesian Idol seperti kita ketahui dibawa
kenegeri ini oleh perusahaan hiburan Amerika bernama Fremantle Media.
Fremantle Media adalah perusahaan yang dimiliki oleh seorang kapitalis
Yahudi, Rupert Murdoch.
Simon Cowell dan Rupert Murdoch
Kini prototype ajang pencarian bakat menjamur dengan bentuk beragam,
termasuk X Factors. Sama seperti American Idol, X Factor dibentuk oleh
Simon Cowell dan diproduksi Fremantle Media. Simon Cowell sendiri
berlatar belakangYahudi dengan ibu seorang Kristiani. Dan dua sejoli
antara Simon Cowell dan Rupert Murdoch adalah para kreator yang sangat
gigih mengkreasi acara pencarian bakat yang kemudian disebar ke
negara-negara muslim.
Di luar negeri sana, acara X Factor tidak
banyak direspon oleh umat muslim, karena mereka tahu siapa dalang di
balik acara ini. Meski ada kontestan muslim seperti Yousseph Slimani
pada acara The X Factors tahun 2005 di Inggris, tapi respon muslim
Inggris tidak seperti di Indonesia. Karena mereka tahu, acara seperti X
Factors tidak akan pernah bisa menaikkan harkat dan martabat muslim di
Inggris. Hasilnya, Yousseph Slimani hanya sampai babak perempat final.
Beda Inggris, beda Indonesia. Meski Indonesia adalah negara mayoritas
muslim, ketidakpedean justru menghinggapi diri kita,dengan menyebut
kemenangan Fatin adalah kemenangan seorang muslim. Ucapan ini sangat
memprihatinkan, jika kita mau menyadari siapa perintis acara ini.
Dari dulu saya sudah mencium itu terjadi dalam keikut sertaan Fatin.
Tidak lama Fatin tampil, Bruno Mars langsung memberikan dukungan. Bruno
memberi dukungan bukan sekedar suara Fatin, tapi lebih dari itu karena
Fatin berjilbab. Bruno ini penyanyi yang menyuarakan atheis lewat
lagunya It Will Rain.
Maka itu dengan kemenangan Fatin tentu kitak
hawatir ada semacam pembenaran bagi kaum muslimah berbondong-bondong
membanjiri ajang pencarian bakat seperti ini. Tubuh dan wajah mereka
menjadi santapan 250 juta bangsa Indonesia. Mereka meliuk-liuk dan
bersaut-saut hanya demi ribuan SMS. Muslimah-muslimah kita nanti
memiliki dalih masuk ke gelanggang yang sebenarnya jebakanYahudi ini
dengan satukalimat: ‘Tidak masalah selama kami berjilbab’
Maka
menarik kita cermati perkataan Muhammad Quthb, “Seorang anak yang rusak
masih bisa menjadi baik asal ia pernah mendapatkan pengasuhan seorang
ibu yang baik. Sebaliknya, seorang ibu yang rusak akhlaknya, hanya akan
melahirkan generasi yang rusak pula akhlaknya. Itulah mengapa yang
dihancurkan pertama kali olehYahudi adalah wanita.”
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/05/26/zionisme-yahudi-pada-ajang-acara-pencarian-bakat.html#sthash.N5GHNEK6.dpuf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar