|
|
Katak beracun
dengan warna seperti biru safir, adalah nama umum dari sekelompok katak dalam
keluarga Dendrobatidae yang merupakan katak asli Amerika Tengah dan
Selatan. Poison Dart Frog adalah jenis katak yang memiliki warna kulit yang
sangat mencolok antara lain merah, ungu, biru, hijau, kuning dan masih banyak
warna lain. Katak yang berasal dari Amerika tengah dan selatan ini kebanyakan
memiliki warna kulit merah yang cukup mencolok, dengan
tujuan memperingatkan predator potensial agar tidak mendekat.
Warnanya yang
cantik membuat orang yang melihatnya jadi ingin memeliharanya sebagai binatang
hias, selain itu ukuran katak-katak jenis ini sangat kecil terkadang ukuranya kurang
dari 1,5 cm dan namun pula yang hidup sampai ukuran 6 cm.
Bukan tanpa
alasan katak-katak jenis ini memiliki warna kulit yag terang dan mencolok,
katak-katak lain biasanya memiliki warna kulit yang disesuaikan alam tempat
mereka hidup agar mereka bisa bersembunyi atau menyamar dengan baik sehingga
predator pemangsa mereka akan kesulitan dalam berburu.
Warna mencolok
pada katak ini bertujuan memberikan peringatan pada predator agar tidak
mendekat, karena di sekitar kulit mereka yang indah terdapat lendir yang cukup
beracun. Bahkan tingkat keampuhan racun bisa terlihat dari warna kulit yang
mereka miliki.
Racun yang ada pada katak ini akan langsung
bekerja ketika katak ini tersentuh, cukup berbahaya racun yang dimiliki katak
ini. Racunnya dapat menyebapkan berhentinya detak jantung pada hewan-hewan
besar yang menyentuhnya.
Olehkarena
itulah suku-suku asli Amerika sering menggunakan racun dari katak jenis ini
untuk berburu, racun yang ada pada lendir katak ini di oleskan pada ujung panah
yang akan mereka gunakan untuk berburu. Biasanya racun katak ini cukup untuk
melumpuhkan monyet dan beberapa hewan buruan lain mereka. Tentu saja mereka
tidak sembarangan memegang katak ini.
Adanya racun
pada katak ini tidak berarti predator apapun tidak dapat memangsanya, hanya ada
1 predator yang mampu memangsa katak ini karena telah mengembangkan kemampuan
bertahanya pada racun katak ini, predator itu adalah
ular Leimadophis Epinephelus.
Tidak seperti
kebanyakan katak lainnya, spesies yang aktif di siang hari, dan sering
menunjukkan tubuh berwarna cerah. Walaupun semua dendrobatids setidaknya
agak beracun di alam liar, tingkat toksisitas bervariasi dari satu spesies ke
berikutnya, dan dari satu populasi yang lain. Banyak spesies yang kritis dan
terancam punah. Amfibi ini sering disebut katak panah oleh pribumi indian
akibat penggunaan sekresi beracun mereka untuk meracuni ujung panahnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar