Kamis, 19 Desember 2013

Katak Cantik yang beracun (Poison Dart Frog)




Katak beracun dengan warna seperti biru safir, adalah nama umum dari sekelompok katak dalam keluarga Dendrobatidae yang merupakan katak asli Amerika Tengah dan Selatan. Poison Dart Frog adalah jenis katak yang memiliki warna kulit yang sangat mencolok antara lain merah, ungu, biru, hijau, kuning dan masih banyak warna lain. Katak yang berasal dari Amerika tengah dan selatan ini kebanyakan memiliki warna kulit merah yang cukup mencolok, dengan tujuan memperingatkan predator potensial agar tidak mendekat.

Warnanya yang cantik membuat orang yang melihatnya jadi ingin memeliharanya sebagai binatang hias, selain itu ukuran katak-katak jenis ini sangat kecil terkadang ukuranya kurang dari 1,5 cm dan namun pula yang hidup sampai ukuran 6 cm.

Bukan tanpa alasan katak-katak jenis ini memiliki warna kulit yag terang dan mencolok, katak-katak lain biasanya memiliki warna kulit yang disesuaikan alam tempat mereka hidup agar mereka bisa bersembunyi atau menyamar dengan baik sehingga predator pemangsa mereka akan kesulitan dalam berburu.

Warna mencolok pada katak ini bertujuan memberikan peringatan pada predator agar tidak mendekat, karena di sekitar kulit mereka yang indah terdapat lendir yang cukup beracun. Bahkan tingkat keampuhan racun bisa terlihat dari warna kulit yang mereka miliki. 

Racun yang ada pada katak ini akan langsung bekerja ketika katak ini tersentuh, cukup berbahaya racun yang dimiliki katak ini. Racunnya dapat menyebapkan berhentinya detak jantung pada hewan-hewan besar yang menyentuhnya.

Olehkarena itulah suku-suku asli Amerika sering menggunakan racun dari katak jenis ini untuk berburu, racun yang ada pada lendir katak ini di oleskan pada ujung panah yang akan mereka gunakan untuk berburu. Biasanya racun katak ini cukup untuk melumpuhkan monyet dan beberapa hewan buruan lain mereka. Tentu saja mereka tidak sembarangan memegang katak ini.


Adanya racun pada katak ini tidak berarti predator apapun tidak dapat memangsanya, hanya ada 1 predator yang mampu memangsa katak ini karena telah mengembangkan kemampuan bertahanya pada racun katak ini, predator itu adalah ular  Leimadophis Epinephelus.

Tidak seperti kebanyakan katak lainnya, spesies yang aktif di siang hari, dan sering menunjukkan tubuh berwarna cerah. Walaupun semua dendrobatids setidaknya agak beracun di alam liar, tingkat toksisitas bervariasi dari satu spesies ke berikutnya, dan dari satu populasi yang lain. Banyak spesies yang kritis dan terancam punah. Amfibi ini sering disebut katak panah oleh pribumi indian akibat penggunaan sekresi beracun mereka untuk meracuni ujung panahnya.

Sebagian besar katak berjenis ini mempunyai ukuran tubuh sebesar 1,2 cm untuk katak dewasa, meskipun terdapat katak yang berukuran hingga 6 cm. Ukuran rata-rata berat mereka sekitar 2 gram. Katak ini selain berwarna cerah juga menampilkan pola aposematik untuk memperingatkan pemangsa potensial. warna terang mereka berhubungan dengan mereka dan tingkat toksisitas alkaloid. Katak seperti yang spesies Dendrobates memiliki tingkat alkaloid, sedangkan spesies Colostethus yang samar-samar berwarna dan tidak beracun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar