Sabtu, 02 Maret 2019

SETAN spesialis wudhu

Dapat kita bayangkan, bagaimana canggihnya seorang pencuri kendaraan bermotor jika setiap hari yang dipelajari dan dikerjakannya adalah mencuri motor. Ada juga pencuri spesialis elektronik, dia paling ahli bagaimana menggondol barang elektronik dari rumah orang yang sedang lengah karena dia memang sudah sering akhirnya menjadi ahli. Bagai orang yang belajar Al-Qur'an, awalnya pasti akan terbata-bata. Jika sudah sering maka akan lancar.

Ternyata iblis juga memeiliki bala tentara yang dibekali ketrampilan khusus dan ditugasi yang khusus pula.  Iblis menggoda manusia setiap lini, dan setiap lini dia siapkan setan-setan yang ‘spesialis' dibidangnya'.

Dalam hal wudhu misalnya, ada jenis setan khusus di wilayah ini.

Pekerjaannya Setan ini berfokus untuk menggoda orang-orang yang wudhu' sehingga menjadi kacau wudhunya. Setan spesialis wudhu ini disebut Nabi dengan ‘AL-WALAHAN'. Nabi bersabda,

“Pada wudhu itu ada setan yang menggoda, disebut dengan Al-Walahan, maka hati-hatilah terhadapnya" (HR Ahmad)

Setan ini menggoda tidak hanya mengandalkan satu jurus saja untuk memperdayai mangsanya.  Untuk masing-masing karakter pelaku wudhu, disiapkan satu jurus untuk melumpuhkannya.

Waspadai Setiap Jurusnya

Jurus Pertama

Sebagian kita dipermainkan setan sehingga sibuk mengulang-ulang lafaz niat. Saking sibuknya mengulang, ada yang rela ketinggalan rakaat untuk mengeja niat.

Niat memang harus dibiasakan bagi setiap hamba yang hendak melakukan setiap aktivitas. Akan tetapi tak ada sedikit keterangan pun dari Nabi yang shahih menunjukkan sunnahnya melafazkan (mengucapkan) niat, karena niat cukup di dalam hati aja gan, tidak diucapkan

Bahkan tidak ada dalil sekalipun berupa hadits dha’if, mursal, atau yang terdapat di musnad maupun perbuatan sahabat Rasulullah yang menunjukkan keharusan atau sunnahnya melafazkan niat.

Dalil yang biasa dipakai adalah hadits Nabi "إنما الأعمال بِالنيات" Hadits ini tidak menunjukkan sedikitpun akan perintah melafazkan niat.

Jika hadits ini dimaknai sebagai yang dilafazkan, berarti untuk setiap amal shalih baik menolong orang tenggelam, belajar, bekerja dan aktivitas lain menuntut dilafazkan.

Namun Imam Syafi'i memperbolehkan melafadzkan niat untuk memperkuat, yang perlu diingat bahwa melafazkan hanya sebagai perantara bukan tujuan.
Boros Menggunakan Air

Asal-asalan adalah jurus setan yang diarahkan bagi orang-orang yang malas. Sedangkan untuk orang yang antusias dan bersemangat, ‘al-Walahan' memiliki jurus yang lain. Yakni dia menggoda agar orang yang wudhu terlampau boros menggunakan air. Timbullah asumsi bagi orang yang berwudhu, semakin banyak air, semakin sempurna wudhunya.

Padahal anggapan ini bertentangan dengan sunnah. Bahkan Nabi mengingatkan ummatnya akan hal itu. Beliau bersabda :

“Sesungguhnya akan ada diantara umat ini yang melampaui batas dalam bersuci dan berdoa."(HR Abu Dawud, Ahmad, dan An-Nasa’i).

Ada pula hadits menyebutkan, tatkala Nabi melewati Sa’ad yang tengan berwudhu beliau bersabda,

“Jangan boros menggunakan air". Sa’ad bertanya, “Apakah ada istilah pemborosan dalam air?". Beliau menjawab, ”Ya meskipun engkau berwudhu di sungai yang mengalir". (HR Ibnu Majah dan Ahmad).
Jadi alangkah baiknya kita tidak boros dalam menggunakan air, termasuk ketika berwudhu'. Namun bukan berarti boleh meninggalkan sebagian anggota yang wajib untuk dibasuh.

Di Al-Qur'an juga sudah disebutkan larangan pemborosan.

  وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِّيرًا ● إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا
dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. Al-Isrā': 26-27)

Sebagian lagi digoda setan sehingga asal-asalan ketika melakukan wudhu. Dia membiarkan anggota tubuh yang mestinya wajib dibasuh, tidak terkena oleh air.

Nabi mengingatkan akan hal ini dengan sabdanya :

“Celakalah tumit-tumit (mata kaki) yang tidak terbasuh air karena jilatan api neraka. Sempurnakanlah wudhu kalian.”(HR Bukhari & Muslim).
Hadits ini menjelaskan kewajiban berwudhu dengan membasuh kaki hingga mata kaki. Ancamannya adalah neraka seandainya ketika mencuci kedua kaki, tidak menyertakan kedua mata kaki. Sebab wudhu' itu menjadi tidak sah, bukan?

Dan bila wudhu' tidak sah, tentu saja shalat yang dilakukannya tidak sah juga. Maka wajar saja bila seseorang yang wudhu'nya tidak sampai membasahi kedua mata kakinya, bisa masuk neraka. Sebab tindakan itu membuat shalatnya juga tidak sah. Orang yang tidak sah shalatnya akan terhitung sebagai orang yang tidak shalat.

Maka dengan demikian, hadits ini memang benar. Yaitu hanya karena mata kaki (yang tidak ikut dibasahi waktu wudhu'), seseorang bisa masuk neraka.

Untuk menangkal godaan ini, wajib bagi kita mengetahui manakah anggota tubuh yang wajib dibasuh atau diusap. Allah telah menjelaskan dalam firman-Nya:
Ragu-Ragu Ketika Berwudhu

Jurus lain yang ditujukan bagi orang yang terlewat semangat dalam hal berwudhu adalah setan menanamkam keraguan pada kita yang berwudhu. Ketika kita selesai berwudhu dibisikkan dihati kita keraguan akan keabsahan wudhunya agar kita mengulangi wudhu' kembali dan hilanglah banyak keutamaan seperti takbir pertama maupun shalat berjamaah secara umum.

Telah datang kepada Ibnu 'Uqail seseorang yang terkena jurus setan ini.
Dia menceritakan bahwa dirinya telah berwudhu, kemudian dia ulangi wudhunya karena ragu, bahkan dia menceburkan diri ke sungai, setelah keluar darinya diapun masih ragukan wudhunya. Dia bertanya, “Dalam keadaan (masih ragu) seperti itu apakah saya boleh shalat?" Ibnu Uqail menjawab, ”Tidak lagi wajib shalat. Tidak ada orang yang melakukan itu kecuali orang yang hilang ingatan, sedangkan orang yang hilang ingatan tidak terkena lagi kewajiban."

Wallahu A’lam bishawab

Minggu, 10 Februari 2019

Memulai Bisnis dengan Passion

*NOTULENSI DISKUSI SABTU MALAM 09/02/2019*
*TEMA: Memulai bisnis dengan Passion*
*OLEH: Irfan Fauzan*

Menggunakan kurikullum _Kulliyatu al muallimiina al Islamiyah_ (KMI) yang bermakna persemaian guru guru Islami, Sudah menjadi DNA Gontor untuk mencetak “Muallim” atau pendidik.  Namun ,bukan berarti para alumni Gontor tidak bisa berkiprah di bidang yang lain. Karena kurikullum KMI tidak hanya mendidik santri santrinya belajar di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas sebagai miniatur kehidupan bermasyarakat.
 Terbiasa dengan didikan paksaan dan tekanan serta pemberian kebebasan untuk memilih kegiatan apa yang disuka diluar kelas membuat para alumni memiliki cara berkiprah masing masing. Tidak melulu hanya dengan _background_ tetapi juga dengan _passion._ Salah satu _passion_ yang akan didiskusikan pada malam Ahad, 9 Februari 2019 adalah _passion_ berbisnis.

Banyaknya tuntutan hidup dan tanggung jawab finansial yang harus ditunaikan membuat kita tidak bisa lagi memakai slogan *I DO WHAT I LOVE.* Mau tidak mau, kita terpaksa menggantinya dengan *I LOVE WHAT I DO*. Saya (harus) mencintai apa yang sedang saya kerjakan! Saya mencintai semua pekerjaan saya. Saya mencintai semua kegiatan ini.
Itulah passion yang mesti terus dikelola agar senantiasa menggelegak dalam diri kita. Karena memiliki _background_ pengetahuan bisnis saja tidak dapat menjadi jaminan bisa sukses tanpa dibarengi, kalau tidak disertai dengan gairah yang meluap; _passion_, dan sedikit bumbu nekat.

*Memulai Usaha*
1. Bagi yang ingin memulai usaha, carilah bidang bisnis yang kita memang sudah punya keahlian di dalamnya. Pada tahap berikutnya, saat bisnis kita sudah ajeg, keahlian bisa kita beli dari orang lain yang kita pekerjakan. Untuk pemula, mestinya dimulai dari diri sendiri.
2. Mulailah dengan modal seminim mungkin atau bahkan jika bisa tanpa modal. Ada sebuah mantra yang cukup ampuh tentang hal ini; *“SELL IT BEFORE YOU BUILD IT”.*  Kita menjual produk kita sebelum kita bener bener memproduksinya. Mantra ini bisa berlaku di hampir semua bidang, terutama berkaitan dengan servis. Di dunia percetakan kita dapat DP sebelum mengerjakan ordernya. Bidang _fashion_ kita jualan katalog. Bidang psikologi jualan _proposal assessment_, _training_ dan konseling. Bidang travel dan umroh kita jualan brosur, kemudian dapat pelunasan biaya, baru jalan kemudian.
3. Jangan dulu berpindah haluan! *“ GET YOUR FOCUS ON THERE”.*  Rumput tetangga bisa saja selalu terlihat lebih hijau tapi hamanya juga banyak hanya saja tidak terlihat. _FOCUS, FOCUS, and FOCUS_. Karena *APAPUN JIKA FOKUS, IN SYAA ALLAH TEMBUS.*
4. Pokoknya, pada masa awal perintisan bisnis, kita harus bener bener jeli memainkan modal dan terus berusaha mendapatkan banyak transaksi yang terus berulang. Saat itu terjadi, berarti kita sudah menemukan _NICHE OF MARKET_ kita, sebuah ceruk pasar yang bisa kita andalkan sebagai sandaran utama bisnis kita.
5. Jika sudah ketemu ceruk pasar (_Niche Market_) berarti sudah memasuki masa dimana kita bisa membesarkan bisnis. Masa mencari _LEVERAGE_. _Leverage_ atau daya ungkit ini dapat  berupa apa saja dan dapat diperoleh dari mana saja. Tetapi leverage ini lazimnya adalah tambahan modal!

*IN BUSINESS*
1. Saat kita sudah masuk dalam sebuah bisnis, pastikan kita selalu mengkaji; (1) seberapa pangsa pasar yang bisa kita raih di suatu area. (2) seberapa banyak kompetitornya. (3) seberapa kuat kita menghadapi kompetisi dan yang terakhir, (4) apa keunggulan kita dibanding yang lain.
2. Pangsa pasar itu nggak harus skala global atau nasional. Cukup cek pangsa pasar pada satu area kecamatan sudah cukup untuk menguji kekuatan bisnis kita.
3. Bisnis kita harus teus bertambah! kita harus terus berkembang. Jika tidak, maka  bisa terlindas zaman. Karena secara _default_, hantu inflasi terus membayangi kita. Inflasi itu secara pelan tapi pasti terus menggerogoti semua sendi keuangan kita. Jika kita stagnan artinya berkurang!

*Belajar dari pembisnis Tiongkok*
1. Secara etos, teman teman tionghoa bener bener bisa jadi panutan. Mereka mau ambil sedikit _cuan_ yang penting bisa ambil volume. Gaya hidup mereka sangat bersahaja dibandingkan dengan penghasilan yang mereka dapat. Orang cina juga unggul dalam pendidikan.
2. Kita patut mencontoh kerja keras mereka, bagaimana mereka melakukan _dealing_ bisnis, bagaimana mereka menjaga pelanggan, gimana mereka bertransaksi. Kita mesti banyak belajar dari etos kerja mereka.
3. Hanya saja, satu hal yang mereka sepertinya banyak tertinggal. _Most of them lack of life porpose_. Mereka terkesan menjadi penghamba uang yang  bingung mau dikemanakan uang tersebut setelah didapat.
4. Kita, para pebisnis muslim, mestinya memiliki etos seperti mereka dengan tujuan hidup yang lebih mulia. Menjadi sosok yang bermanfaat buat umat. Bisnis bisa menjadi jembatan kemanfaatan yang luar biasa. Seperti nabi teladan kita dan para sahabat utama di sekililingnya yang juga merupakan pebisnis jempolan.

*Bersyarikat*
1. Kita juga perlu mencontoh China dalam hal saling memajukan saudara atau teman yg belum maju. Disinilah pentingnya kita bersyarikat.
2. Sebenarnya ikatan aqidah Islam dapat membuat kita seperti mereka jika masing-masing pihak sudah _CLEAR_ dengan apa yang dituju, semua muamalah atau transaksi antara kawan kawan bisa jalan dengan indah. Saling menjaga bisnis agar jangan sampai runtuh dan bertekad tidak saling _menzhalimi_ satu sama lain juga perlu dilakukan.
3. Karena potensi yg bisa membuat perpecahan antara partner bisnis ialah ketimpangan pendapatan dan beban kerja. Jika kita bersyarikat, pertama, bisnis kita harus ditulis. Semuanya mesti terekam, dengan akuntansi tentunya. Kedua, tanggung jawab dan area kerja harus benar benar jelas, dibagi seadil mungkin. Ketiga, pendapatan juga mesti sesuai dengan pekerjaan.

Senin, 02 Maret 2015

Perbedaan antara "Teman" & "Sahabat"

Assalamu'alaikum sobat semua...

oke, langsung saja !! pada kesempatan kali ini ane mau membahas lagi tentang persahabatan nih,,


Tahukah kalian ?? Apa perbedaan antara teman dan sahabat ? 

kalo temen itu masih ada istilah kata "Temen dikalah butuh" tapi kalo sahabat ga ada yang namanya istilah kata "Sahabat dikalah butuh". 

Sahabat itu, lagi butuh atapun ngak, biasanya selalu ada. Sahabat itu, ketika kita sedang susah, biasanya dia ada, di saat kita sedang butuh biasanya dia siap membantu. Sahabat itu, disaat kita sedang bahagia biasanya dia ada, bahkan terkadang dia tidak ikut merasakan kebahagiaan yang sedang kita nikmati di saat itu, karena mereka tidak ada di saat itu. Sahabat itu, selalu ada dalam suka dan duka, dalam istilahnya "Susah senang kita hadapi bersama" iyah, itulah persahabat yang indah.

.... to be continue............................................

Jumat, 27 Februari 2015

Ketika kita sedang sakit

Ketika kita sedang sakit, apa yang harus kita lakukan pertama kali ??

Bersyukur, iya itulah yang harus kita lakukan pertama kali ketika kita sedang sakit, bersyukur itu berarti kita menerima atas cobaan yang telah diberikan Allah kepada kita, dengan berharap lekas diberi kesembuhan dari-Nya. Sakit yang datang dari Allah SWT dan Kesembuhan yang hanya datang dari-Nya.

Setelah bersyukur langkah yang kedua yaitu bersabar dan berusaha,  Bersabar atas cobaan yang telah diturunkan, bersabar aktif dengan berusaha untuk sembuh ; dengan berobat atau pergi ke dokter meminum obat dari dokter, melakukan hal-hal yang bisa menyehatkan tubuh. Tidak dengan sabar pasif tanpa usaha dengan tidur dan tidak melakukan apa-apa.

Selanjutnya yaitu Berdo'a dan Bertawakkal ; setelah kita berusaha dan bersabar ; setelah usaha-usaha yang telah kita lakukan, selanjutnya yaitu tinggal berdo'a dan bertawakkal, berdo'a agar segera diangkatnya penyakit dari tubuh kita. Bertawakkal kepada Allah, menyerahkan segalanya yaitu hidup dan mati kita kepada Allah. Yakinlah bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hamban-Nya.

Berharganya kesehatan akan lebih terasa, mahalnya kesehatan akan lebih terasa, ketika kita sedang jatuh sakit,, maka bersyukur dalam keadaan sakit itu harus, apalagi ketika sedang sehat,, dan bersyukur dalam keadaan apapun, kapanpun dan dimanapun. Semoga kita termasuk hamba-Nya yang selalu bersyukur. amiin

HIKMAH ORANG YANG SAKIT :

hikmah orang sakit baca selengkapnya di sini 

Do'a bagi orang yang sakit :

اللّهمَّ رَبَّ النَّاسِ أذْهِبِ البَاْسَ اشْفِهِ وَأنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إلاَّ شِفَاءُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُسَقَمًا 

"Ya Allah, Rabb Manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Dzat yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain" (HR Buhkhari 535 dan Muslim 2191)




Jumat, 20 Februari 2015

Jangan di balas dengan perlakuan yang buruk

Apa kabar sobat blogger..? smoga dalam keadaan sehat wal afiat, dan bagi yang sakit semoga lekas di beri kesembuhan oleh Allah SWT.

oke teman2, pada kesempatan kali ini ana akan membahas tentang "Perlakuan buruk jangan dibalas dengan hal yang serupa, tapi balaslah dengan sebaliknya ; yaitu dengan perlakuan yang baik"

contohnya :

Misalnya nih ente tidur, terus di bangunin sama temen ente,, temen ente bilang : "Ayo subuh2, bangun" sambil menendang2 ente dengan kakinya die.. hmm,, gimana tuh rasanya.
oke iya,, emang bagus dia berniatan baik untuk membangunkan kita dan mengingatkan kita untuk segera melakukan sholat subuh sebelum keburu suhba (Subuh Dhuha),, we.ka.we.ka :v

tapi temen2 ingat ketika hal seperti itu terjadi sama ente, come down and enjoy it, oke yang pertama yang harus ente lakukan yaitu : Bersyukur, karena masih ada kesempatan sholat subuh dan masih di perdulikan sama temen ente,, yang kedua : segerahlah bangun dan langsung sholat subuh,, yang ketiga : jangan gondok atau dendam sama temen ente,,, jangan sampe mikir "anjrit nih orang liat aja besok, kalo ente masih tidur ana tendang ente"... jangan sampe-sekai lagi, jangan sampe.

terus gimana donk,,
jadi begini kalo keesokan harinya ternyata ente bangun duluan dan temen ente yang tadi masih tertidur,, maka bangunkanlah dia dengan halus dan baik, inget jangan pake KAKI banguninnya (Ga Sopan Bro) pake tangan aja, kalo bisa di tarik pelan2 pake tangan, biar  langsung bangun dan ngantuknya ilang... dengan seperti itu mungkin dia akan merasa lebih respect sama ente,, tapi sob kalo keesokan harinya masih tetep terulang dan dia masih seperti itu,, hufttt

entahlah ~

mungkin dia tidak tau kalo itu suatu hal yang tidak sopan,, ada baiknya kalo ente ingetin dia pelan2,, inget yee di ingetin bukan di marahin,, yah kyak gitu aja..


Summary :

kalo misalnya masih ada cara baik kenapa kita harus melakukan cara yang tidak baik.
Sopan santun dan adab itu sangat penting, orang yang ber-ilmu tapi tak beradab itu terlihat seperti tidak ber-ilmu,,, karena biasanya orang yang berilmu itu tau adab dan cara ber-sosialisasi dengan baik dan benar.
Jangan pernah membalas keburukan dengan keburukan, itu tidak akan meyelesaikan masalah,, yang ada malah akan memperburuk masalah,, maka balasnya dengan "kebaikan",, apapun itu entah dari hal yang kecilpun, seperti contoh di atas tadi, atau dalam hal yang lain.

Semoga kita semua selalu di berikan hidayah dan kemudahan oleh Allah SWT, dan selau di tunjukkan menuju jalan yang benar untuk menggapai Ridho-Nya. aminn  

Rabu, 31 Desember 2014

Hadist hari ini_ (Bersyukur atas segala nikmat Allah)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena hal itu lebih patut agar engkau sekalian tidak menganggap rendah nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu."
Muttafaq Alaihi.

Rabu, 19 November 2014

Hadits hari ini ~

Dari Salman. Ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shalallu 'alaihi wasallam, : "Sesungguhnya Tuhan-Mu itu Pemalu. Pemurah yang malu terhadap hamba-Nya apabila (hamba) itu angkat kedua tangannya kepada-Nya akan menolak dengan hampa."
dikeluarkan-dia "empat" kecuali Nasa'i dan dishahkan-dia oleh Hakim.

Semoga kita termasuk hamba yang selalu di tunjukkan dalam kebenaran dan jalan yang lurus.

Selasa, 16 September 2014

Menurutku itulah Sahabat Sejati

Sahabat sejati itu tidak harus yang selalu berkorban materi,
tapi dia yang rela berkorban waktu...
waktu untuk menunggu, waktu untuk bersama, ketika dalam suka dan duka..
menurutku itulah sahabat sejati..

Sahabat sejati itu yang mengingatkan kita, ketika kita sedang salah,,
yang mengajak kita dalam melakukan kebaikan,,
menurutku itulah sahabat sejati...



Minggu, 31 Agustus 2014

~ Hadits hari ini ~


Dari Anas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
Sallam bersabda: "Janganlah sekali-kali seseorang di antara kamu
menginginkan mati karena kesusahan yang menimpanya, bila ia
benar-benar menginginkannya hendaknya ia berdoa: Ya Allah
hidupkanlah aku selama kehidupan itu lebih baik bagiku dan
wafatkanlah aku jika sekiranya itu lebih baik bagiku." Muttafaq Alaihi.

Ya Rabb... jadikanlah akhir hayat kami dengan iman dihati kami, Aaamiinn...

semoga bermanfaat yah :)

Minggu, 10 Agustus 2014

Ini Pentingnya Menjauhi Asap Rokok Bagi Non-Perokok

Perokok pasif menjadi sasaran tidak langsung dari keburukan rokok. Meskipun banyak perokok menganggap hal tersebut sepele, namun bagi orang lain yang turut menghirup asap rokok tidak boleh dipandang sepele. Sudah banyak kejadian yang menunjukkan korban berjatuhan akibat hal ini. Contohnya pada Desember 2010 lalu, seorang gadis bernama Noor Atika Hasanah meninggal akibat penyakit Bronchopneumonia Duplexkarena menjadi salah satu perokok pasif.
Tahukah Anda wahai perokok? Setiap rokok yang Anda hembuskan dan masuk ke tubuh orang lain, akan menjadikan mereka mengalami masalah kesehatan serius. Mereka yang hidup di lingkungan perokok 30 persen lebih tinggi untuk mengalami flek paru, pneumonia, hingga kanker paru.

Untuk membuktikan pengaruh asap rokok pada perokok pasif tidak bisa secara kasat mata. Seseorang perokok pasif baru akan terlihat racun rokok di tubuhnya setelah dilakukan pengukuran kadar nikotin, cotinine, dan karbondioksida lewat cairan tubuh. Sampelnya dilihat dari urin, ludah, atau darah. Nikotin di dalam tubuh akan menghasilkan cotinine setelah terjadi metabolisme.

Dikutip dari Detik, jenis kanker yang bisa mncul karena rokok cukup banyak selain kanker paru. Misalnya kanker payudara, limfoma, leukemia, tumor otak, hingga kanker rongga sinus. Rokok juga menjadi petaka dengan memicu terjadinya serangan jantung bagi perokok aktif dan pasif.
Asap yang keluar dari rokok memiliki kandungan sekira 4.000 bahan kimia. Kebanyakan semuanya bersifat karsinogenik (penyebab kanker) bagi tubuh. Beberapa di antaranya adalah arsenik, benzene, berylium, dan kadmium.

Cara yang paling jitu menghindarkan diri dari asap rokok adalah menjauhi lingkungan para perokok. Perokok di Indonesia termasuk tipe yang kurang sadar diri terhadap kesehatan lingkungannya. Oleh sebab itu, menghindari mereka saat merokok adalah lebih baik.
di kutip dari http://sidomi.com

Jumat, 27 Juni 2014

Mendisiplinkan Diri Sendiri

"Betapa pun berbakatnya seorang
pemimpin, ia tidak akan mencapai
potensi maksimalnya jika tidak
disiplin" - John C. Maxwell
Jalan menuju puncak tidaklah mudah.
Tidak banyak orang yang berhasil
mencapai posisi terbaik dalam sebuah
pekerjaan. Bahkan yang  dianggap
terbaik malah jauh lebih sedikit.
Tak seorang pun bisa meraih prestasi
dan mempertahankannya tanpa disiplin.
Disiplin menempatkan seorang ke
tingkat tertinggi dan membuat
prestasinya bertahan lama.
Untuk mengembangkan gaya hidup
disiplin, salah satu caranya adalah
hilangkan kecenderungan membuat
alasan. Jika Anda selalu punya banyak
alasan mengapa Anda tidak bisa
disiplin, sadarilah bahwa itu
hanyalah suatu pembenaran diri.
Jika sekarang Anda kurang
berdisiplin, mungkin selama ini Anda
terbiasa menikmati makanan pencuci
mulut sebelum memakan nasinya,
menikmati imbalan sebelum
pekerjaannya selesai.
Dedi, fokuslah pada hasil akhir.
Setiap kali Anda berkonsentrasi pada
kesulitan pekerjaan, bukan pada
hasil, Anda akan cenderung putus asa.
Jika berkutat pada hal itu terlalu
lama, Anda akan menumbuhkan sifat
mengasihani diri sendiri, bukan
kebiasaan disiplin. Pikirkan
keuntungan dari melakukan pekerjaan
itu, dan kerjakan saja.
Jika Anda tahu Anda berbakat, dan
Anda telah berusaha keras, namun
hanya memperoleh sedikit hasil nyata,
Anda mungkin kurang disiplin.
Perhatikan jadwal Anda minggu lalu,
adakah yang meleset dari
target-target Anda? Jika Anda
menunda-nunda dan berniat
melakukannya nanti, Anda mungkin
perlu membenahi disiplin Anda.

Rabu, 04 Juni 2014

Kekuatan Mimpimu, Kenyataan Hidupmu

"Masa depan adalah milik siapa yang
percaya pada keindahan mimpi mereka"
Dear Dedi,
Mimpi bukanlah milik orang-orang
besar saja atau orang-orang yang Anda
anggap sudah ditakdirkan sukses.
Mimpi bisa diraih siapa saja. Dimulai
dari terwujudnya sebuah mimpi kecil.
Anda pun menjadi percaya, mimpi besar
pun dapat Anda raih. Semuanya dimulai
dari keberanian bermimpi dan
mempercayai mimpi.
Seperti seorang teman, ia sebenarnya
karyawan biasa yang sudah lama
memimpikan pergi ke Italy, karena ia
adalah fans tim sepakbola Italy dan
makanan Italy.
Jika dihitung secara matematis,
gajinya tidak mencukupi untuk
membayar tiket pesawat dan akomodasi
di sana. Tabungannya juga tidak cukup
sebagai jaminan untuk keluarnya visa
dari kedutaan Italy. Tapi inilah
kekuatan mimpi.
Siapa sangka, seorang kenalannya
tahun lalu mengajak ia menjadi
seorang pembimbing summer camp
anak-anak Indonesia di musim liburan
ini. Negaranya boleh ia pilih
sendiri. Dan tentu saja,negara
pilihan pertamanya adalah Italy.
Setelah melalui proses wawancara dan
menunggu selama 1 tahun karena
penuhnya posisi tersebut, ia pun
diterima sebagai pembimbing. Ia pun
terbang dan tinggal selama 1 bulan di
Italy, tanpa perlu mengeluarkan
biaya, malah mendapatkan uang saku!
Dedi, percayalah pada kekuatan mimpi.
Kalau mimpi Anda saat ini belum
terwujud, jangan menyerah! Segila
apapun itu, tetaplah percaya mimpi
Anda pasti akan menjadi kenyataan,
cepat atau lambat!

Rabu, 21 Mei 2014

Hidup Ini Tidak Hanya Untuk Bertahan Hidup

"Orang-orang yang luar biasa bertahan
dalam situasi yang sangat sulit, dan
mereka menjadi semakin luar biasa
karena itu" - Robertson Davies


Hidup ini terlalu berharga, jika Anda hanya menjalani 'gaya hidup bertahan saja' dalam jangka waktu lama.
Kadang-kadang kita memang mengalami masa-masa sulit. Masalah datang silih berganti. Ekonomi yang jatuh, bisnis yang melambat, kesehatan yang melemah, dan hubungan yang mungkin mengalami masa-masa sulit.
Buatlah keputusan, bahwa apa pun yang menimpa Anda, betapapun sukarnya, betapa pun tidak adilnya, Anda akan melakukan lebih banyak lagi dari sekedar hanya bertahan hidup. Anda akan berkembang pesat walaupun semua itu terjadi.

Ibarat sebuah musim kemarau yang berganti dengan musim hujan. Allah SWT pun telah menyiapkan sebuah musim baru untuk Anda. Allah memiliki hal-hal luar biasa untuk Anda di masa depan. Allah memiliki pintu-pintu
baru yang ingin Anda membukanya. Ia menginginkan kehidupan Anda lebih baik daripada sebelumnya.

Dedi, mentalitas bertahan hidup hanya akan menghalangi Anda mencapai hal terbaik dari Allah SWT.
Jika harapan Anda selalu kurang, Anda pun akan mendapatkan yang kurang. Tetapi jika Anda berharap berkah yang lebih besar lagi, Allah akan meningkatkan hidup Anda dengan cara yang lebih hebat lagi. Apa yang terjadi pada kita, seburuk apapun itu, tidak akan menghalangi kekuasaan-Nya. Tetapi terkadang pikiran kitalah yang justru menghalangi kekuasaan Allah pada kita. Dedi, tetaplah beriman, yakinlah Allah SWT selau memberikan yang terbaik buat hamba-Nya.

Selasa, 06 Mei 2014

Nasi Sudah Menjadi "Bubur Ayam Spesial"

Nasi Sudah Menjadi Bubur Bukanlah Kiamat

Saat keterlanjuran sudah berlalu, kita sering mengatakan “Nasi sudah menjadi bubur”. Betulkah ungkapan ini? Atau sekedar mencari pembenaran untuk tidak memperbaiki yang sudah ada? Insya Allah setelah membaca cerita berikut, kita akan memiliki pandangan berbeda terhadap suatu keterlanjuran.

Nasi Sudah Menjadi Bubur? Memang Tidak Suka Bubur?

Seorang mahasiswa kuliahnya tidak serius. Kadang masuk kuliah kadang tidak, tugas terbengkalai, SKS yang harus dikejar masih banyak, dan jarang sekali belajar. Begitu ditanya ternyata dia merasa terjebak masuk ke jurusan yang dipilihnya karena dia hanya ikut-ikutan saja. Teman-temannya masuk jurusan tersebut, dia pun ikut.
“Mengapa kamu tidak pindah saja?” tanya temannya, Budi.
“Ah, biarlah, nasi sudah menjadi bubur” jawabnya, tidak peduli.
“Apakah kamu akan tetap seperti ini?”
“Mau gimana lagi, saya bilang nasi sudah jadi bubur, tidak bisa diperbaiki lagi.” jawabnya berargumen.
“Kalau kamu pindah kejurusan yang kamu sukai, kan kamu akan lebih enjoy.” kata temannya.
“Saya ini sudah tua, masa harus kuliah dari awal lagi. Saya terlambat menyadari kalau saya salah masuk jurusan.” jelasnya sambil merebahkan diri di kasur dan mengambil remote control TV-nya.
“Memang tidak ada yang bisa kamu lakukan lagi?” selidik temannya.
“Tidak, saya sudah katakan berulang-ulang nasi sudah jadi bubur.”

Nasi Sudah Menjadi Bubur Tidak Selama Jelek

Temannya pun diam sejenak, dia bingung melihat temannya yang sudah tidak semangat lagi. Kemudian dia teringat pada temannya yang memiliki nasib yang sama, salah memilih jurusan. Dia pun pulang ke rumahnya kemudian menelpon temannya tersebut Saat keterlanjuran sudah berlalu, kita sering mengatakan “Nasi sudah menjadi bubur”. Betulkah ungkapan ini? Atau sekedar mencari pembenaran untuk tidak memperbaiki yang sudah ada? Insya Allah setelah membaca cerita berikut, kita akan memiliki pandangan berbeda terhadap suatu keterlanjuran.

Nasi Sudah Menjadi Bubur? Memang Tidak Suka Bubur?

Seorang mahasiswa kuliahnya tidak serius. Kadang masuk kuliah kadang tidak, tugas terbengkalai, SKS yang harus dikejar masih banyak, dan jarang sekali belajar. Begitu ditanya ternyata dia merasa terjebak masuk ke jurusan yang dipilihnya karena dia hanya ikut-ikutan saja. Teman-temannya masuk jurusan tersebut, dia pun ikut.
“Mengapa kamu tidak pindah saja?” tanya temannya, Budi.
“Ah, biarlah, nasi sudah menjadi bubur” jawabnya, tidak peduli.
“Apakah kamu akan tetap seperti ini?”
“Mau gimana lagi, saya bilang nasi sudah jadi bubur, tidak bisa diperbaiki lagi.” jawabnya berargumen.
“Kalau kamu pindah kejurusan yang kamu sukai, kan kamu akan lebih enjoy.” kata temannya.
“Saya ini sudah tua, masa harus kuliah dari awal lagi. Saya terlambat menyadari kalau saya salah masuk jurusan.” jelasnya sambil merebahkan diri di kasur dan mengambil remote control TV-nya.
“Memang tidak ada yang bisa kamu lakukan lagi?” selidik temannya.
“Tidak, saya sudah katakan berulang-ulang nasi sudah jadi bubur.”

Nasi Sudah Menjadi Bubur Tidak Selama Jelek

Temannya pun diam sejenak, dia bingung melihat temannya yang sudah tidak semangat lagi. Kemudian dia teringat pada temannya yang memiliki nasib yang sama, salah memilih jurusan. Dia pun pulang ke rumahnya kemudian menelpon temannya tersebut

 

Kamis, 01 Mei 2014

Adakah Anjuran Puasa di Bulan Rajab?


Ada faedah berharga dari Ibnu Taimiyah rahimahullah mengenai amalan di bulan Rajab termasuk berpuasa ketika itu.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

أَمَّا تَخْصِيصُ رَجَبٍ وَشَعْبَانَ جَمِيعًا بِالصَّوْمِ أَوْ الِاعْتِكَافِ فَلَمْ يَرِدْ فِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْءٌ وَلَا عَنْ أَصْحَابِهِ . وَلَا أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ بَلْ قَدْ ثَبَتَ فِي الصَّحِيحِ . أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصُومُ إلَى شَعْبَانَ وَلَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنْ السَّنَةِ أَكْثَرَ مِمَّا يَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ مِنْ أَجْلِ شَهْرِ رَمَضَانَ . وَأَمَّا صَوْمُ رَجَبٍ بِخُصُوصِهِ فَأَحَادِيثُهُ كُلُّهَا ضَعِيفَةٌ بَلْ مَوْضُوعَةٌ لَا يَعْتَمِدُ أَهْلُ الْعِلْمِ عَلَى شَيْءٍ مِنْهَا وَلَيْسَتْ مِنْ الضَّعِيفِ الَّذِي يُرْوَى فِي الْفَضَائِلِ بَلْ عَامَّتُهَا مِنْ الْمَوْضُوعَاتِ الْمَكْذُوبَاتِ

”Adapun mengkhususkan bulan Rajab dan Sya’ban untuk berpuasa pada seluruh harinya atau beri’tikaf pada waktu tersebut, maka tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dan para sahabat mengenai hal ini. Juga hal ini tidaklah dianjurkan oleh para ulama kaum muslimin. Bahkan yang terdapat dalam hadits yang shahih (riwayat Bukhari dan Muslim) dijelaskan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam biasa banyak berpuasa di bulan Sya’ban. Dan beliau dalam setahun tidaklah pernah banyak berpuasa dalam satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban jika hal ini dibandingkan dengan bulan Ramadhan.
Adapun melakukan puasa khusus di bulan Rajab, maka sebenarnya itu semua adalah berdasarkan hadits yang seluruhnya lemah (dho’if) bahkan maudhu’ (palsu). Para ulama tidaklah pernah menjadikan hadits-hadits ini sebagai sandaran. Hadits-haditsnya bukanlah hadits yang memotivasi beramal (fadhilah amal), bahkan kebanyakannya adalah hadits yang maudhu’ (palsu) dan dusta.”(Majmu’ Al Fatawa, 25/290-291)
So …. tidak ada yang istimewa dengan puasa di bulan Rajab kecuali jika berpuasanya karena bulan Rajab adalah di antara bulan-bulan haram, namun tidak ada keistimewaan bulan Rajab dari bulan haram lainnya. Yang tercela sekali adalah jika puasanya sebulan penuh di bulan Rajab sama halnya dengan bulan Ramadhan atau menganggap puasa bulan Rajab lebih istimewa dari bulan lainnya. Juga tidak ada pengkhususan berpuasa pada hari tertentu atau tanggal tertentu di bulan Rajab sebagaimana yang diyakini sebagian orang.
Jika memiliki kebiasaan puasa Senin-Kamis, puasa Daud, atau puasa ayyamul biid, maka tetap rutinkanlah di bulan Rajab. Bahkan bulan Ramadhan semakin dekat, maka segeralah qodho puasa Ramadhan yang ada jika memang masih ada utang puasa. Semoga Allah beri taufik untuk tetap beramal sholih.

Minggu, 13 April 2014

5 Alasan Mengapa Anda Harus Banyak Tersenyum



Tersenyum adalah suatu tindakan yang paling mudah, paling sederhana, paling murah dan paling menyenangkan di dunia.

Seringkali kita melupakan tindakan ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita merasa sudah terlalu letih oleh kerjaan yang menumpuk, membayar tagihan-tagihan atau kasir toko yang menyebalkan ketika tadi berbelanja.

Para pembaca yang budiman, simaklah berikut ini 5 alasan mengapa anda harus banyak tersenyum :

1. Anda akan mendapatkan lebih banyak kebahagiaan

Cobalah paksakan diri anda untuk tersenyum selama 30 detik mulai dari sekarang. Lakukan pula ketika anda mengalami kemalangan. Dengan membiasakan tersenyum, tidak peduli bagaimana perasaan anda saat itu, di dalam tubuh anda akan terjadi reaksi-reaksi kimia yang dapat membuat anda merasa bahagia.
Cobalah dan rasakan perbedaannya.

2. Senyuman dapat merubah keadaan anda

Jika anda merasa putus asa, marah atau bosan, sebuah senyuman akan mengubah keadaan emosi anda menjadi lebih positif. Dan sebuah keadaan yang positif tidak hanya membuat hidup anda lebih menyenangkan tetapi juga membuka segala kemungkinan lain dalam pikiran anda. Anda akan melihat dunia dengan cara yang berbeda melalui lensa kebahagiaan. Dari situ anda dapat mulai membangun sederetan tindakan yang positif dan berinterasksi dengan banyak orang setiap harinya.

3. Senyuman dapat mengubah keadaan orang lain

Jika anda berjalan ke dalam sebuah ruangan atau menuju ke sebuah toko dengan senyuman di wajah anda, akan membuat semuanya berbeda. Semua orang akan berbalik tersenyum pada anda. Hal ini akan banyak membantu mencairkan setiap ketegangan atau kekakuan yang ada. Interaksi anda akan lebih terbuka, santai dan penuh dengan kegembiraan.

4. Tersenyum? Apa ruginya?

Ketika memilih antara mengerutkan dahi, ekspresi kosong atau tersenyum, tampaknya pilihan terakhir adalah pilihan yang paling produktif dan positif, bukankah demikian? Seringkali anda lupa untuk tersenyum atau mungkin anda tidak terlalu suka untuk tersenyum. Tapi jika anda berusaha untuk menggunakan senyuman anda sesering mungkin, anda lama-kelamaan akan mempunyai kebiasaan yang baru, kebiasaan yang jauh lebih positif. Jika anda termasuk orang yang selalu memperhitungkan untung rugi untuk segala hal, cobalah pertanyaan ini, ‘apa ruginya anda tersenyum?’

5. Lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan yang sebaliknya

“Dibutuhkan tujuh puluh dua otot untuk berkerut, tetapi hanya tigabelas otot untuk tersenyum.”
- Anonim -

Jadi sebetulnya anda menggunakan jauh lebih sedikit otot ketika tersenyum dibandingkan saat anda mengerutkan dahi atau memasang muka marah. Dengan membiasakan diri untuk tersenyum, maka otot tersenyum anda akan menjadi lebih kuat daripada otot untuk mengerutkan dahi anda, sehingga lama kelamaan anda akan lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan hal yang sebaliknya

ALLAH HANYA MEMANGGIL KITA 3X SAJA SEUMUR HIDUP

‘Panggilan pertama adalah Azan,
‘Itu adalah panggilan Allah yang pertama. Panggilan ini sangat jelas terdengar di telinga kita, sangat kuat terdengar. Ketika kita sholat, sesungguhnya kita menjawab panggilan Allah. Tetapi Allah masih fleksibel, Dia tidak ‘cepat marah’ akan sikap kita. Kadang kita terlambat, bahkan tidak sholat sama sekali karena malas. Allah tidak marah seketika. Dia masih memberikan rahmatNya, masih memberikan kebahagiaan bagi umatNya, baik umatNya itu menjawab panggilan Azan-Nya atau tidak.. Allah hanya akan membalas umatNya ketika hari Kiamat nanti’.

Panggilan yang kedua adalah Panggilan Umrah/ Haji
Panggilan ini bersifat halus. Allah memanggil hamba-hambaNya dengan panggilan yang halus dan sifatnya ‘bergiliran’ . Hamba yang satu mendapatkan kesempatan yang berbeda dengan hamba yang lain. Jalannya bermacam-macam. Yang tidak punya uang menjadi punya uang, yang tidak merencanakan, ternyata akan pergi, ada yang memang merencanakan dan terkabul.

Ketika kita mengambil niat Haji / Umrah, berpakaian Ihram dan melafazkan ‘Labaik Allahuma Labaik/ Umrotan’, sesungguhnya kita saat itu menjawab panggilan Allah yang ke dua. Saat itu kita merasa bahagia, karena panggilan Allah sudah kita jawab, meskipun panggilan itu halus sekali. Allah berkata, laksanakan Haji / Umrah bagi yang mampu’.

Dan panggilan ke-3 adalah KEMATIAN.
Panggilan yang kita jawab dengan amal kita. Pada kebanyakan kasus, Allah tidak memberikan tanda tanda secara langsung, dan kita tidak mampu menjawab dengan lisan dan gerakan. Kita hanya menjawabnya dengan amal sholeh. Karena itu , manfaatkan waktu kita sebaik-baiknya.

Jawablah 3 panggilan Allah dengan hati dan sikap yang Husnul Khotimah…. ……Insya Allah syurga adalah balasannya.. …

"APALAH GUNANYA"

Apalah gunanya..!!
Memiliki wajah cantik ataupun tampan.
Jika tak pernah tersentuh tetesan air wudhu'.

Memiliki tubuh indah dan menarik.
Kalau hanya digunakan untuk menistakan diri.
Bukannya memuliakan diri.

Memiliki tubuh semampai nan indah mempesona.
Kalau tak pernah dibuat untuk bersujud kepada-Nya.

Memiliki kekayaan dan harta yang berlimpah.
Kalau dalam kesehariannya tak pernah bershadaqah.

Memiliki bibir merona bak merah delima.
Kalau tiap harinya jarang digunakan untuk berdzikir kepada-Nya.

Ketika kita terlalu bangga atas segala kelebihan yang kita punya ketika hidup di dunia.
Yang terkadang membuat kita terlena dan melupakan kewajiban kita kepada-Nya.

Disitulah sebenarnya hidup kita akan menjadi sia-sia.
Dan menjadi penyesalan ketika menghadap kepada-Nya.

Yuk mulai sekarang kita perbaiki diri.
Dunia boleh kita kejar.
Tapi jangan lupa akhirat juga kita kejar.

Setuju..???

“Tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku”


Salah satu bentuk ibadah kita adalah Shalat fardhu atau shalat wajib 5 waktu dalam sehari semalam. Karena shalat ini merupakan kewajiban, maka aka nada ganjaran bagi mereka yang meninggalkannya. Berikut akan kita jelaskan :

1. SHALAT SUBUH

Ø Shalat subuh Allah tetapkan menjadi 2 rakaat saja karena sangat berat untuk dilaksanakan. Kenapa ? karena banyak manusia yang tidak bangun ketika waktu subuh datang sehingga sangat berat untuk melaksanakannya. Oleh karena itu Allah member keringanan kepada kita untuk meelaksanakannya 2 rakaat saja

Ø Balasan bagi mereka yang meninggalkan shalat subuh satu kali sama dengan berada di NERAKA 60 tahun lamanya. Namun waktu di neraka tidak sama dengan di dunia. 1 tahun di neraka dikatakan dlm sejumlah buku sama dengan 1000 tahun di dunia. Berarti 60 x 6000 tahun

2. SHALAT ZUHUR

Ø Waktu Shalat zuhur datang saat kita sudah beraktifitas dan melaksanakan kegiatan kita pada waktu siang hari atau adalah waktu istirahat kita, sehingga Allah memberi kita zuhur 4 rakaat.

Ø Balasan bagi mereka yang meninggalkan shalat zuhur satu kali sama dengan dosa membunuh 1000 orang umat muslim

3. SHALAT ASHAR

Ø Shalat Ashar 4 rakaat karena pada waktu itu kita juga masih beraktifitas dan beristirahat sehingga tiada halangan bagi kita untuk melaksanakannya

Ø Balasan bagi yang meninggalkan Shalat Ashar satu kali sama dengan dosa meruntuhkan Ka’bah

4. SHALAT MAGHRIB

Ø Shalat Maghrib Allah jatahkan 3 rakaat karena pada saat itu hamper seluruh kita dalam keadaan santai

Ø Balasan bagi yang meninggalkannya sama dengan berzina dengan orang tua. Jika yang meninggalkannya seorang laki-laki, maka dia seperti berzina dengan ibunya, begitu juga sebaliknya.

5. SHALAT ISYA

Ø Allah jatahkan shalat isya itu 4 rakaat karena pada waktu isya kita sudah beristirahat dan waktunya sangat panjang

Ø Balasan bagi yang meninggalkannya satu kali, maka Allah SWT tidak akan ridho terhadap hamba-Nya itu untuk tinggal di Bumi dan Langitnya serta makan dan minum dari nikmatnya

Marilah kita bertaubat dan mohon ampunan kepada Allah SWT

Pak Tua dan Kereta

Pernahkah Anda mendengar cerita Pak Tua dan kereta api? Makna yang dikandung cerita ini demikian lekat dengan kehidupan kita sehari-hari, akan tetapi sering kali kita lalaikan begitu saja. Jika Anda belum pernah mendengarnya, maka inilah ceritanya...

Suatu ketika, seorang kakek dengan penampilan yang cukup berwibawa masuk ke gerbong sebuah kereta api. Kakek tersebut terlihat cukup tua dan berwibawa hingga siapa saja yang melihatnya pasti menaruh hormat kepadanya. Seperti penumpang lainnya, Si Kakek tentu mencari tempat duduk yang cocok untuknya karena kereta api akan jalan sebentar lagi. Ia telusuri deretan bangku demi bangku untuk mencari tempat duduk yang kosong.

Pertama kali ia melalui bangku berisi anak-anak yang lagi asyik bermain;

"Assalaamu'alaikum?", sapanya.

"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang Kek...", jawab mereka.

"Maaf anak-anak, adakah tempat duduk yang kosong untukku?" tanya si Kakek.

"Oh... sayang sekali Kek, sebenarnya kami siap membantuKakek dengan senang hati karena Kakek adalah orang yang demikian kami hormati. Akan tetapi kami masih anak-anak yang gemar bermain, kami khawatir jika Kakek akan terganggu dengan kegaduhan kami selama di perjalanan, Kakek cari tempat duduk lainnya saja", jawab mereka.

Maka Si Kakek pindah ke deretan bangku berikutnya... di situ ia mendapati muda-mudi yang sedang asyik berpacaran. Mereka duduk berduaan dengan mesra sambil sesekali melantunkan bait-bait puisi yang romantis:

"Assalaamu'alaikum?", sapanya.

"Wa'alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuh, selamat datang Kek, ada yang bisa kami bantu?" kata mereka.

"Hmm... maaf adik-adik, adakah tempat kosong untukku?" tanya Si Kakek.

"Oh Kek, tentu ada... akan tetapi sebagaimana yang Kakek lihat, kami adalah anak-anak muda yang sedang asyik berbulan madu... kami khawatir Kakek akan merasa risih melihat kami bermesraan selama di perjalanan. Karenanya, lebih baik Kakek mencari tempat duduk lainnya" jawab mereka.

Sang Kakek kembali melanjutkan perjalanannya menyusuri gerbong kereta tersebut hingga ia sampai di deretan kursi yang ditempati oleh para pengusaha. Mereka sedang asyik membicarakan proyek-proyek besar yang sedang atau akan mereka garap. Sambil membentangkan peta usaha mereka terlibat dalam pembicaraan serius hingga salam hangat yang penuh wibawa tersebut terdengar...

"Assalaamu'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh!" kata Sang Kakek.

"Oh.. Wa'alaikumussalaam warahmatullaahi wa barakaatuh... Ada apa Pak?" jawab mereka.

"Maaf, bisakah bapak-bapak geser sedikit untuk memberiku tempat duduk?" pinta Si Kakek.

"Kakek yang terhormat, sebenarnya Kami senang hati menerima Kakek di sini... akan tetapi Kakek lihat sendiri bahwa kami sibuk membicarakan bisnis dan usaha kami. Kami khawatir Kakek akan terganggu dengan kesibukan kami selama di perjalanan nanti... jadi, sebaiknya Kakek cari tempat lain saja", jawab mereka.

Demikianlah, lagi-lagi Si Kakek harus kembali berjalan terhuyun-huyun di tengah gerbong kereta api untuk mencari tempat duduk. Demikian seterusnya, tiap kali ia melewati sederetan tempat duduk selalu ada saja alasan mereka untuk menolaknya. Mereka memang menghargai Si Kakek mengingat usianya yang telah lanjut dan pancaran wibawanya, akan tetapi ujung-ujungnya mereka tidak juga memberinya tempat.

Akhirnya, setelah menyusuri gerbong dari ujung, tibalah Sang Kakek di deretan kursi terakhir... Nampak di situ sebuah keluarga duduk bersama. Seorang ayah dengan baju takwa dan pecinya, lalu ibu dengan jilbab dan busana muslimahnya dan dua orang anak mereka yang masih kecil namun sopan-sopan.

Melihat Kakek yang nampak kecapaian tadi, kontan si Ayah berkata:

"Assalaamu'alaikum Kek, ada yang bisa kami bantu?"

"Wa'alaikumussalaam warahmatullahi wa barakaatuh, oh terima kasih banyak...", sahut Si Kakek.
(Belum lagi si Kakek mengutarakan hajatnya, lelaki tersebut segera menimpali):

"Muhammad, ayo kamu duduk sama Abi di sini; dan Ahmad, kamu geser ke sebelah sana... biar Kakek duduk di sampingmu", kata Sang Ayah kepada kedua anaknya. Mereka pun segera menuruti perintah ayahnya dan memberikan tempat duduk bagi Si Kakek.

Alangkah bahagianya Si Kakek mendapat perlakuan baik seperti itu. Bukan saja senang mendapat tempat duduk, akan tetapi ia lebih bahagia karena merasa dihormati dan dihargai oleh mereka. Kepenatannya mencari tempat duduk selama ini sirna seketika begitu ia mendapat tempat yang cocok tersebut.

Priiiit!!! Bunyi peluit tanda kereta segera berangkat terdengar, dan perjalanan pun dimulai. Seperti biasa, dalam perjalanan kereta tersebut singgah di beberapa stasiun sebelum berhenti di kota tujuan. Dan tiap kali kereta tersebut berhenti, selalu ada penjaja makanan yang menawarkan dagangannya kepada para penumpang. Nah, ketika berhenti di stasiun pertama, terdengar suara seorang pedagang asongan yang menawarkan berbagai makanan ringan, maka Si Kakek memanggilnya. Ketika orang tersebut datang, Si Kakek berkata kepada keluarga yang duduk bersamanya: "Ayo, ambil apa saja yang kalian inginkan.. jangan malu-malu".

Maka mereka pun memesan semua makanan yang mereka suka.. lalu Si Kakek mengeluarkan dompetnya dan membayar semuanya. Kontan seluruh penumpang bengong melihat kejadian tersebut. Mereka berbisik: "Wah, kaya juga ternyata Kakek itu.. enak ya, ditraktir makan sesukanya.."

Tak lama lagi, bagian restorasi pun lewat.. seperti biasa, mereka menawarkan menu-menu spesial seperti nasi rames, nasi goreng, ayam goreng dan sebagainya. Si Kakek kembali memanggilnya dan menawarkan kepada keluarga tadi untuk memesan apa saja yang mereka inginkan.. lalu membayar seluruhnya. Maka para penumpang lainnya makin heran dengan pemandangan tersebut, dan mereka mulai menyesali perbuatan mereka yang menolak Si Kakek untuk duduk bersama mereka sebelumnya.

Beberapa jam kemudian, kereta api tadi singgah di stasiun berikutnya. Maka terdengarlah suara penjaja permen cokelat yang menawarkan dagangannya. Maka ia pun dipanggil oleh Si Kakek dan untuk ketiga kalinya ia menawarkan kepada keluarga tersebut untuk memilih cokelat apa yang mereka inginkan. Setelah masing-masing mengambil sesukanya, Si Kakek kembali mengeluarkan dompetnya dan membayar seluruhnya. Lagi-lagi para penumpang dibikin heran dengan pemandangan tersebut dan makin menyesal.

Akhirnya, setelah menempuh beberapa jam perjalanan, tibalah kereta api di stasiun tujuan.. namun, ada suatu hal yang tidak biasanya terjadi di sana. Para penumpang menyaksikan ada konvoi besar yang menyambut kedatangan kereta tersebut. Mereka melihat para pejabat dan sejumlah pasukan siap siaga di kanan-kiri gerbong kereta. Lalu begitu kereta berhenti, masuklah seorang laki-laki dengan pakaian kebesaran dengan dikawal oleh beberapa orang memeriksa bangku kereta satu persatu. Betapa kagetnya para penumpang ketika mendapati bahwa orang ini adalah Bapak Presiden yang khusus datang untuk menjemput tamu kehormatannya.

Namun, mereka lebih kaget lagi ketika tahu bahwa tamu kehormatan tersebut adalah si Kakek tua yang duduk di akhir gerbong, yang awalnya mereka tolak untuk duduk bersama mereka.

Begitu menghampiri Si Kakek, Bapak Presiden langsung memeluknya erat-erat dan menyalaminya dengan hangat. Ia pun menawarkan agar Si Kakek dijemput dengan mobil pribadinya untuk diantar ke istana dan mendapat jamuan spesial.. ya, bahkan sangat spesial!!

Sang Kakek menerimanya dengan senang hati, namun dengan syarat bila keluarga yang duduk bersamanya juga mendapat perlakuan sama. Presiden pun menerima permintaannya dengan senang hati, dan saat itulah para penumpang yang ada di gerbong tadi menyesal luar biasa atas penolakan mereka.. mereka berharap andai saja mereka membiarkan Kakek tersebut duduk bersama mereka dan menghentikan sejenak kesibukan mereka untuk memberinya perhatian, atau meluangkan sedikit waktu dan tempat agar Kakek tadi dapat duduk bersama mereka.. atau.. tapi sayang, semuanya telah terlambat dan perjalanan telah berakhir.. yang tersisa hanyalah penyesalan demi penyesalan.

Nah, saudara pasti bisa menebak siapakah Kakek tersebut?

Benar.. dialah.. agama.. yang selama ini kita hargai dan kita hormati akan tetapi sering kali kita kesampingkan dalam hidup ini. Ketika nilai-nilai agama hendak ditanamkan ke anak-anak, kita menolaknya dengan alasan: "Khan mereka masih kecil.. biarlah mereka bebas bermain, bebas berpakaian, dan lain-lain.. belum saatnya mereka disuruh menjadi orang 'alim". Dan akhirnya masa kanak-kanak terlewatkan begitu saja.

Kemudian ketika mereka beranjak dewasa kita pun menolaknya dengan alasan: "Kasihan kalau remaja harus dikekang dengan aturan agama, tidak boleh bebas bergaul dan berteman dengan lawan jenis.. atau, kasihan kalau mereka harus mengisi bulan madu dengan acara-acara keagamaan, biarlah mereka menikmatinya terlebih dahulu.. dan semisalnya", maka masa itu pun terlewatkan juga.

Kemudian ketika mereka telah beranjak dewasa dan mulai tersibukkan dengan berbagai pekerjaan, lalu datang 'tawaran' untuk menerapkan agama dalam kehidupan mereka, suara sumbang tersebut kembali terdengar.. "Wah, kita sekarang lagi sibuk-sibuknya mengurus perusahaan, proyek, bisnis dan lain sebagainya.. kita tidak ada waktu untuk mempelajari Islam dan menerapkannya sedemikian rupa".

Akhirnya umurpun berlalu demikian cepat tanpa mereka sadari dan tibalah masing-masing di stasiun akhirnya.. tempat mereka menuai hasil dari yang selama ini mereka usahakan.. ajal mereka telah habis dan kesempatan itu telah berlalu. Mereka hanya bisa bengong dan menyesal menyaksikan orang-orang yang selama ini mereka anggap 'kolot', 'sok alim' dan lain sebagainya karena demikian menerapkan ajaran agama: mereka iri luar biasa menyaksikan besarnya penghargaan yang diberikan atas kesediaan mereka untuk bersama Si Kakek ketika orang-orang menolaknya.. ternyata itu semua membuahkan hasil yang tak diduga: Kenikmatan selama perjalanan dan kebahagiaan distasiun tujuan.

Demikianlah, semoga pembaca terinspirasi dengan kisah ini.