Perokok pasif menjadi sasaran tidak langsung dari keburukan rokok.
Meskipun banyak perokok menganggap hal tersebut sepele, namun bagi orang
lain yang turut menghirup asap rokok tidak boleh dipandang sepele.
Sudah banyak kejadian yang menunjukkan korban berjatuhan akibat hal ini.
Contohnya pada Desember 2010 lalu, seorang gadis bernama Noor Atika
Hasanah meninggal akibat penyakit Bronchopneumonia Duplexkarena menjadi salah satu perokok pasif.
Tahukah Anda wahai perokok? Setiap rokok yang Anda hembuskan dan masuk ke tubuh orang lain, akan menjadikan mereka mengalami masalah kesehatan serius. Mereka yang hidup di lingkungan perokok 30 persen lebih tinggi untuk mengalami flek paru, pneumonia, hingga kanker paru.
Untuk membuktikan pengaruh asap rokok pada perokok pasif tidak bisa secara kasat mata. Seseorang perokok pasif baru akan terlihat racun rokok di tubuhnya setelah dilakukan pengukuran kadar nikotin, cotinine, dan karbondioksida lewat cairan tubuh. Sampelnya dilihat dari urin, ludah, atau darah. Nikotin di dalam tubuh akan menghasilkan cotinine setelah terjadi metabolisme.
Dikutip dari Detik, jenis kanker yang bisa mncul karena rokok cukup banyak selain kanker paru. Misalnya kanker payudara, limfoma, leukemia, tumor otak, hingga kanker rongga sinus. Rokok juga menjadi petaka dengan memicu terjadinya serangan jantung bagi perokok aktif dan pasif.
Asap yang keluar dari rokok memiliki kandungan sekira 4.000 bahan kimia. Kebanyakan semuanya bersifat karsinogenik (penyebab kanker) bagi tubuh. Beberapa di antaranya adalah arsenik, benzene, berylium, dan kadmium.
Cara yang paling jitu menghindarkan diri dari asap rokok adalah menjauhi lingkungan para perokok. Perokok di Indonesia termasuk tipe yang kurang sadar diri terhadap kesehatan lingkungannya. Oleh sebab itu, menghindari mereka saat merokok adalah lebih baik.
di kutip dari http://sidomi.com
Tahukah Anda wahai perokok? Setiap rokok yang Anda hembuskan dan masuk ke tubuh orang lain, akan menjadikan mereka mengalami masalah kesehatan serius. Mereka yang hidup di lingkungan perokok 30 persen lebih tinggi untuk mengalami flek paru, pneumonia, hingga kanker paru.
Untuk membuktikan pengaruh asap rokok pada perokok pasif tidak bisa secara kasat mata. Seseorang perokok pasif baru akan terlihat racun rokok di tubuhnya setelah dilakukan pengukuran kadar nikotin, cotinine, dan karbondioksida lewat cairan tubuh. Sampelnya dilihat dari urin, ludah, atau darah. Nikotin di dalam tubuh akan menghasilkan cotinine setelah terjadi metabolisme.
Dikutip dari Detik, jenis kanker yang bisa mncul karena rokok cukup banyak selain kanker paru. Misalnya kanker payudara, limfoma, leukemia, tumor otak, hingga kanker rongga sinus. Rokok juga menjadi petaka dengan memicu terjadinya serangan jantung bagi perokok aktif dan pasif.
Asap yang keluar dari rokok memiliki kandungan sekira 4.000 bahan kimia. Kebanyakan semuanya bersifat karsinogenik (penyebab kanker) bagi tubuh. Beberapa di antaranya adalah arsenik, benzene, berylium, dan kadmium.
Cara yang paling jitu menghindarkan diri dari asap rokok adalah menjauhi lingkungan para perokok. Perokok di Indonesia termasuk tipe yang kurang sadar diri terhadap kesehatan lingkungannya. Oleh sebab itu, menghindari mereka saat merokok adalah lebih baik.
di kutip dari http://sidomi.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar