Minggu, 13 April 2014

Pak Tua dan Kereta

Pernahkah Anda mendengar cerita Pak Tua dan kereta api? Makna yang dikandung cerita ini demikian lekat dengan kehidupan kita sehari-hari, akan tetapi sering kali kita lalaikan begitu saja. Jika Anda belum pernah mendengarnya, maka inilah ceritanya...

Suatu ketika, seorang kakek dengan penampilan yang cukup berwibawa masuk ke gerbong sebuah kereta api. Kakek tersebut terlihat cukup tua dan berwibawa hingga siapa saja yang melihatnya pasti menaruh hormat kepadanya. Seperti penumpang lainnya, Si Kakek tentu mencari tempat duduk yang cocok untuknya karena kereta api akan jalan sebentar lagi. Ia telusuri deretan bangku demi bangku untuk mencari tempat duduk yang kosong.

Pertama kali ia melalui bangku berisi anak-anak yang lagi asyik bermain;

"Assalaamu'alaikum?", sapanya.

"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakaatuh, Selamat datang Kek...", jawab mereka.

"Maaf anak-anak, adakah tempat duduk yang kosong untukku?" tanya si Kakek.

"Oh... sayang sekali Kek, sebenarnya kami siap membantuKakek dengan senang hati karena Kakek adalah orang yang demikian kami hormati. Akan tetapi kami masih anak-anak yang gemar bermain, kami khawatir jika Kakek akan terganggu dengan kegaduhan kami selama di perjalanan, Kakek cari tempat duduk lainnya saja", jawab mereka.

Maka Si Kakek pindah ke deretan bangku berikutnya... di situ ia mendapati muda-mudi yang sedang asyik berpacaran. Mereka duduk berduaan dengan mesra sambil sesekali melantunkan bait-bait puisi yang romantis:

"Assalaamu'alaikum?", sapanya.

"Wa'alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuh, selamat datang Kek, ada yang bisa kami bantu?" kata mereka.

"Hmm... maaf adik-adik, adakah tempat kosong untukku?" tanya Si Kakek.

"Oh Kek, tentu ada... akan tetapi sebagaimana yang Kakek lihat, kami adalah anak-anak muda yang sedang asyik berbulan madu... kami khawatir Kakek akan merasa risih melihat kami bermesraan selama di perjalanan. Karenanya, lebih baik Kakek mencari tempat duduk lainnya" jawab mereka.

Sang Kakek kembali melanjutkan perjalanannya menyusuri gerbong kereta tersebut hingga ia sampai di deretan kursi yang ditempati oleh para pengusaha. Mereka sedang asyik membicarakan proyek-proyek besar yang sedang atau akan mereka garap. Sambil membentangkan peta usaha mereka terlibat dalam pembicaraan serius hingga salam hangat yang penuh wibawa tersebut terdengar...

"Assalaamu'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh!" kata Sang Kakek.

"Oh.. Wa'alaikumussalaam warahmatullaahi wa barakaatuh... Ada apa Pak?" jawab mereka.

"Maaf, bisakah bapak-bapak geser sedikit untuk memberiku tempat duduk?" pinta Si Kakek.

"Kakek yang terhormat, sebenarnya Kami senang hati menerima Kakek di sini... akan tetapi Kakek lihat sendiri bahwa kami sibuk membicarakan bisnis dan usaha kami. Kami khawatir Kakek akan terganggu dengan kesibukan kami selama di perjalanan nanti... jadi, sebaiknya Kakek cari tempat lain saja", jawab mereka.

Demikianlah, lagi-lagi Si Kakek harus kembali berjalan terhuyun-huyun di tengah gerbong kereta api untuk mencari tempat duduk. Demikian seterusnya, tiap kali ia melewati sederetan tempat duduk selalu ada saja alasan mereka untuk menolaknya. Mereka memang menghargai Si Kakek mengingat usianya yang telah lanjut dan pancaran wibawanya, akan tetapi ujung-ujungnya mereka tidak juga memberinya tempat.

Akhirnya, setelah menyusuri gerbong dari ujung, tibalah Sang Kakek di deretan kursi terakhir... Nampak di situ sebuah keluarga duduk bersama. Seorang ayah dengan baju takwa dan pecinya, lalu ibu dengan jilbab dan busana muslimahnya dan dua orang anak mereka yang masih kecil namun sopan-sopan.

Melihat Kakek yang nampak kecapaian tadi, kontan si Ayah berkata:

"Assalaamu'alaikum Kek, ada yang bisa kami bantu?"

"Wa'alaikumussalaam warahmatullahi wa barakaatuh, oh terima kasih banyak...", sahut Si Kakek.
(Belum lagi si Kakek mengutarakan hajatnya, lelaki tersebut segera menimpali):

"Muhammad, ayo kamu duduk sama Abi di sini; dan Ahmad, kamu geser ke sebelah sana... biar Kakek duduk di sampingmu", kata Sang Ayah kepada kedua anaknya. Mereka pun segera menuruti perintah ayahnya dan memberikan tempat duduk bagi Si Kakek.

Alangkah bahagianya Si Kakek mendapat perlakuan baik seperti itu. Bukan saja senang mendapat tempat duduk, akan tetapi ia lebih bahagia karena merasa dihormati dan dihargai oleh mereka. Kepenatannya mencari tempat duduk selama ini sirna seketika begitu ia mendapat tempat yang cocok tersebut.

Priiiit!!! Bunyi peluit tanda kereta segera berangkat terdengar, dan perjalanan pun dimulai. Seperti biasa, dalam perjalanan kereta tersebut singgah di beberapa stasiun sebelum berhenti di kota tujuan. Dan tiap kali kereta tersebut berhenti, selalu ada penjaja makanan yang menawarkan dagangannya kepada para penumpang. Nah, ketika berhenti di stasiun pertama, terdengar suara seorang pedagang asongan yang menawarkan berbagai makanan ringan, maka Si Kakek memanggilnya. Ketika orang tersebut datang, Si Kakek berkata kepada keluarga yang duduk bersamanya: "Ayo, ambil apa saja yang kalian inginkan.. jangan malu-malu".

Maka mereka pun memesan semua makanan yang mereka suka.. lalu Si Kakek mengeluarkan dompetnya dan membayar semuanya. Kontan seluruh penumpang bengong melihat kejadian tersebut. Mereka berbisik: "Wah, kaya juga ternyata Kakek itu.. enak ya, ditraktir makan sesukanya.."

Tak lama lagi, bagian restorasi pun lewat.. seperti biasa, mereka menawarkan menu-menu spesial seperti nasi rames, nasi goreng, ayam goreng dan sebagainya. Si Kakek kembali memanggilnya dan menawarkan kepada keluarga tadi untuk memesan apa saja yang mereka inginkan.. lalu membayar seluruhnya. Maka para penumpang lainnya makin heran dengan pemandangan tersebut, dan mereka mulai menyesali perbuatan mereka yang menolak Si Kakek untuk duduk bersama mereka sebelumnya.

Beberapa jam kemudian, kereta api tadi singgah di stasiun berikutnya. Maka terdengarlah suara penjaja permen cokelat yang menawarkan dagangannya. Maka ia pun dipanggil oleh Si Kakek dan untuk ketiga kalinya ia menawarkan kepada keluarga tersebut untuk memilih cokelat apa yang mereka inginkan. Setelah masing-masing mengambil sesukanya, Si Kakek kembali mengeluarkan dompetnya dan membayar seluruhnya. Lagi-lagi para penumpang dibikin heran dengan pemandangan tersebut dan makin menyesal.

Akhirnya, setelah menempuh beberapa jam perjalanan, tibalah kereta api di stasiun tujuan.. namun, ada suatu hal yang tidak biasanya terjadi di sana. Para penumpang menyaksikan ada konvoi besar yang menyambut kedatangan kereta tersebut. Mereka melihat para pejabat dan sejumlah pasukan siap siaga di kanan-kiri gerbong kereta. Lalu begitu kereta berhenti, masuklah seorang laki-laki dengan pakaian kebesaran dengan dikawal oleh beberapa orang memeriksa bangku kereta satu persatu. Betapa kagetnya para penumpang ketika mendapati bahwa orang ini adalah Bapak Presiden yang khusus datang untuk menjemput tamu kehormatannya.

Namun, mereka lebih kaget lagi ketika tahu bahwa tamu kehormatan tersebut adalah si Kakek tua yang duduk di akhir gerbong, yang awalnya mereka tolak untuk duduk bersama mereka.

Begitu menghampiri Si Kakek, Bapak Presiden langsung memeluknya erat-erat dan menyalaminya dengan hangat. Ia pun menawarkan agar Si Kakek dijemput dengan mobil pribadinya untuk diantar ke istana dan mendapat jamuan spesial.. ya, bahkan sangat spesial!!

Sang Kakek menerimanya dengan senang hati, namun dengan syarat bila keluarga yang duduk bersamanya juga mendapat perlakuan sama. Presiden pun menerima permintaannya dengan senang hati, dan saat itulah para penumpang yang ada di gerbong tadi menyesal luar biasa atas penolakan mereka.. mereka berharap andai saja mereka membiarkan Kakek tersebut duduk bersama mereka dan menghentikan sejenak kesibukan mereka untuk memberinya perhatian, atau meluangkan sedikit waktu dan tempat agar Kakek tadi dapat duduk bersama mereka.. atau.. tapi sayang, semuanya telah terlambat dan perjalanan telah berakhir.. yang tersisa hanyalah penyesalan demi penyesalan.

Nah, saudara pasti bisa menebak siapakah Kakek tersebut?

Benar.. dialah.. agama.. yang selama ini kita hargai dan kita hormati akan tetapi sering kali kita kesampingkan dalam hidup ini. Ketika nilai-nilai agama hendak ditanamkan ke anak-anak, kita menolaknya dengan alasan: "Khan mereka masih kecil.. biarlah mereka bebas bermain, bebas berpakaian, dan lain-lain.. belum saatnya mereka disuruh menjadi orang 'alim". Dan akhirnya masa kanak-kanak terlewatkan begitu saja.

Kemudian ketika mereka beranjak dewasa kita pun menolaknya dengan alasan: "Kasihan kalau remaja harus dikekang dengan aturan agama, tidak boleh bebas bergaul dan berteman dengan lawan jenis.. atau, kasihan kalau mereka harus mengisi bulan madu dengan acara-acara keagamaan, biarlah mereka menikmatinya terlebih dahulu.. dan semisalnya", maka masa itu pun terlewatkan juga.

Kemudian ketika mereka telah beranjak dewasa dan mulai tersibukkan dengan berbagai pekerjaan, lalu datang 'tawaran' untuk menerapkan agama dalam kehidupan mereka, suara sumbang tersebut kembali terdengar.. "Wah, kita sekarang lagi sibuk-sibuknya mengurus perusahaan, proyek, bisnis dan lain sebagainya.. kita tidak ada waktu untuk mempelajari Islam dan menerapkannya sedemikian rupa".

Akhirnya umurpun berlalu demikian cepat tanpa mereka sadari dan tibalah masing-masing di stasiun akhirnya.. tempat mereka menuai hasil dari yang selama ini mereka usahakan.. ajal mereka telah habis dan kesempatan itu telah berlalu. Mereka hanya bisa bengong dan menyesal menyaksikan orang-orang yang selama ini mereka anggap 'kolot', 'sok alim' dan lain sebagainya karena demikian menerapkan ajaran agama: mereka iri luar biasa menyaksikan besarnya penghargaan yang diberikan atas kesediaan mereka untuk bersama Si Kakek ketika orang-orang menolaknya.. ternyata itu semua membuahkan hasil yang tak diduga: Kenikmatan selama perjalanan dan kebahagiaan distasiun tujuan.

Demikianlah, semoga pembaca terinspirasi dengan kisah ini.

Senin, 31 Maret 2014

Masalah Mendatangkan Makna Kehidupan

"Hindari masalah, dan kamu tidak akan
pernah jadi orang yang memecahkannya"
Bagi seekor burung rajawali,
satu-satunya hambatan untuk terbang
lebih cepat dan nyaman adalah udara.
Tetapi jika udara itu diambil dan
burung tersebut dibiarkan terbang
dalam kehampaan tanpa udara, burung
rajawali itu segera jatuh ke tanah
dan tidak dapat terbang sama sekali.
Hambatan utama yang harus diatasi
oleh sebuah perahu bermotor adalah
air yang menyentuh baling-baling
perahu. Tetapi jika tidak ada air
sebagai penahan, perahu ini justru
tidak dapat bergerak sama sekali.
Hukum yang sama juga berlaku bagi
kehidupan manusia. Hambatan adalah
kondisi yang 'harus ada' bagi
kesuksesan. Sebuah kehidupan yang
terbebas dari hambatan dan kesulitan
akan mengurangi semua kemungkinan dan
daya sampai ke titik nol.
Larilah dari masalah Anda jauh-jauh,
dan kehidupan Anda akan kehilangan
daya kreatif!
Masalah kesehatan yang parah bisa
memberikan makna pada dunia
pengobatan. Masalah kekacauan sosial
bisa memberi makna pada kebijakan
pemerintah.
Kita semua memiliki kecenderungan
ingin terbebas dari semua masalah dan
tanggung jawab. Ketika masalah
datang, berikanlah makna baru pada
permasalahan itu. Sebuah beban
kehidupan yang paling berat adalah
pada saat kita tidak memiliki apapun
untuk dibawa.

Selasa, 25 Maret 2014

Ternyata Keajaiban Air Liur manusia & Tanah sudah diisyaratkan di dalam Hadits

 di Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa air liur yang dihasilkan oleh manusia mengandung penghilang (penenang) yang kuat terhadap rasa sakit. Mari kita perhatikan penemuan ilmiah dan Hadis Nabi yang muliashallallahu ‘alaihi wasallamberikut ini. 
1.> Penemuan Obat Penghilang Rasa Sakit Alami Penelitian-penelitian ilmiah mengatakan bahwa kelenjar ludah (air liur) yang ada di mulut, mengeluarkan sekitar satu liter air liur perharinya, dan selama gerakan dan aliran sejumlah air liur ini di dalam mulut terjadilah proses perlawanan (pembasmian) kuman-kuman dan penyimpanan mineral penting yang dibutuhkan untuk membangun enamel gigi seperti kalsium, fluorida, fosfat, dan magnesium. Para peneliti Perancis dari Institut Pasteur di Paris telah menemukan obat penghilang (penenang) baru dan kuat terhadap rasa sakit, yang kekuatannya enam kali lipat lebih besar dibandingkan kekuatan morfin, saat diujicobakan pada tikus-tikus percobaan. Dan terjadinya proses produksi obat penenang baru ini secara alami dengan perantara tubuh manusia melalui air liur yang ada di dalam mulut mereka. Sebagaimana juga ditegaskan oleh Perhimpunan Masyarakat Jerman untuk Perlindungan gigi “Prodent” bahwa air liur terhitung seperti eliksir kehidupan bagi gigi, karena fungsi pentingnya tidak hanya terbatas pada melembabkan makanan di dalam mulut dan memudahkan proses menelan makanan, akan tetapi ia berfungsi menjadi penghalang (pelindung) pertama di mulut untuk pencegahan terhadap penyebab-penyebab penyakit. Dan gigi mengambil manfaat dari kandungannya yang berisi semua garam-garam mineral yang melindungi enamel gigi dari serangan asam. 
 2.> Tanah Sumber Penyembuhan Demikian juga para ilmuwan sekarang ini berusaha melakukan proses penyaringan sejumlah besar antibiotik dari bakteri, terutama bakteri yang hidup di tanah. Dan penelitian-penelitian ilmiah di bidang ini menegaskan bahwa tanah bisa jadi menjadi sumber penting masa depan untuk jenis obat-obatan baru. Sekarang wahai saudaraku tercinta! Bagaimana Nabishallallahu ‘alaihi wasallammelihat dua hal ini di zamannya? Dan bagaimana pandangan manusia di zaman terhadap dua unsure ini (air liur dan tanah) ? Dahulu manusia memandang tanah sebagai barang yang kotor, dan baru-baru ini terbukti bahwa ditemukan bahwa tanah adalah barang yang bersih dan mneyucikan (disinfektan)! Sebagaimana mereka dahulu melihat air liur sebagai suatu barang yang tidak menyenangkan. Akan tetapi penelitian-peneltian modern menunjukkan bahwa air liur manusia mengandung disinfektan bagi mulut dan penghilang (penenang) rasa sakit. Intinya adalah bahwa tanah dan air liur di dalam keduanya terdapat obat! Dan yang menakjubkan adalah bahwa Nabishallallahu ‘alaihi wasallammengisyaratkan hal ini dengan siyarat yang lembut (halus), yang mana beliahshallallahu ‘alaihi wasallammenganggap tanah dan air liur sebagai media untuk penyembuhan, dan dahulu beliaushallallahu ‘alaihi wasallamberdo’a kepada Allah agar menyembuhkannya dengan berkah hal itu. Nabishallallahu ‘alaihi wasallampernah berdoa dalam Ruqyahnya: بِسْمِ اللَّهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا ” Dengan nama Allah, Debu tanah kami dengan ludah sebagian kami semoga sembuh orang yang sakit dari kami dengan izin Rabb kami.”(HR. Al-Bukhari) Maka dalam hadits ini ada isyarat akan arti penting tanah dalam penyembuhan, demikian juga air ludah dalam penyembuhan penyakit. Maka sungguh benar Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam. (Sumber: لعاب الإنسان وتربة الأرض مصدران للشفاء karya ‘Abdud Daim Kaheel. Diterjemahkan oleh Abu Yusuf) Subhanallah.... Maha Suci ALLAH yang telah menurunkan AL-Qur'an, dan mengirimkan kita seorang Nabi mulia, Rasulullah, Muhammad Saw. Semoga ALLAh senantiasa memberikan kita hidayah dan rahmat-Nya, sehingga kita menjadi hamba-Nya yang senantiasa selalu ingat dan berdzikir kepada-Nya. Aamiin

Rabu, 19 Maret 2014

PLAAAAAKKKK

Ada seorang pemuda yang ingin bertanya sama Pak Haji

Pemuda : Apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Pak Haji : Insya Allah saya akan menjawab pertanyaan anda.
Pemuda: Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Pak Haji : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan :

1. Kalau memang Allah itu ada, tunjukan wujud Allah kepada saya..
2. Apakah yang dinamakan takdir?
3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Allah tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba Pak Haji menampar pipi pemuda tadi dengan keras. PLAAAKKK

Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?
Pak Haji : Saya tidak marah…Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Pak Haji : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.
Pak Haji : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Pemuda : Ya!
Pak Haji : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!
Pemuda : Saya tidak bisa.
Pak Haji : Itulah jawaban pertanyaan pertama…kita semua merasakan kewujudan Allah tanpa mampu melihat wujudnya.
Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak.
Pak Haji : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak.
Pak Haji : Itulah yang dinamakan takdir....
Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda : Kulit.
Pak Haji : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : Kulit.
Pak Haji : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda: Sakit.
Pak Haji : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Allah menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.

Subhanallah...

Senin, 17 Maret 2014

SHALAT LIMA WAKTU, BILA DILAKUKAN TERATUR

Bila Subuh Utuh
Pagi tumbuh, hati teduh
Pribadi tidak angkauh
Keluarga tidak keruh
Maka damailah akan berlabuh

Bila Dzuhur Teratur
Diri pribadi jujur
Hati tidak kufur
Rasa selalu bersyukur
Amal tidak udzur
Keluarga selalu akur
Maka pribadipun menjadi makmur

Bila Ashar Kelar
Jiwa jadi sabar
Raga jadi tegar
Senyum menyebar
Dan rezeki pun lancar

Bila Magrib Tertib
Ngaji jadi wajib
Wirid jadi karib
Jauh dari aib
InsyaALLAH syafa'at tidak raib

Bila Isya Terjaga
Malam bercahaya
Rumah bagai istana
Hidup terasa di surga
Bahagia dan sejahtera

Jagalah shalat lima waktu
Karena shalat itu wajib
Karena kewajiban kita sebagai hamba ALLAH

Subhanallah...

Rabu, 19 Februari 2014

Kisah Tukang Kayu

Seorang tukang bangunan yang sudah
tua berniat untuk pensiun dari
profesi yang sudah ia geluti selama
puluhan tahun.
Ia ingin menikmati masa tua bersama
istri dan anak cucunya. Ia tahu ia
akan kehilangan penghasilan rutinnya
namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh
istirahat. Ia pun menyampaikan
rencana tersebut kepada mandornya.
Sang Mandor merasa sedih, sebab ia
akan kehilangan salah satu tukang
kayu terbaiknya, ahli bangunan yang
handal yang ia miliki dalam timnya.
Namun ia juga tidak bisa memaksa.
Sebagai permintaan terakhir sebelum
tukang kayu tua ini berhenti, sang
mandor memintanya untuk sekali lagi
membangun sebuah rumah untuk terakhir
kalinya.
Dengan berat hati si tukang kayu
menyanggupi namun ia berkata karena
ia sudah berniat untuk pensiun maka
ia akan mengerjakannya tidak dengan
segenap hati.
Sang mandor hanya tersenyum dan
berkata, "Kerjakanlah dengan yang
terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas
membangun dengan semua bahan terbaik
yang ada."
Tukang kayu lalu memulai pekerjaan
terakhirnya. Ia begitu malas-malasan.
Ia asal-asalan membuat rangka
bangunan, ia malas mencari, maka ia
gunakan bahan-bahan berkualitas
rendah. Sayang sekali, ia memilih
cara yang buruk untuk mengakhiri
karirnya.
Saat rumah itu selesai. Sang mandor
datang untuk memeriksa. Saat sang
mandor memegang daun pintu depan, ia
berbalik dan berkata, "Ini adalah
rumahmu, hadiah dariku untukmu!"
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia
sangat menyesal. Kalau saja sejak
awal ia tahu bahwa ia sedang
membangun rumahnya, ia akan
mengerjakannya dengan
sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya,
ia harus tinggal di rumah yang ia
bangun dengan asal-asalan.
Inilah refleksi hidup kita!

Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini.
Anggaplah rumah itu sama dengan
kehidupan Anda. Setiap kali Anda
memalu paku, memasang rangka,
memasang keramik, lakukanlah dengan
segenap hati dan bijaksana.
Sebab kehidupanmu saat ini adalah
akibat dari pilihanmu di masa lalu.
Masa depanmu adalalah hasil dari
keputusanmu saat ini.

Sabtu, 15 Februari 2014

Melepas Amarah, Meraih Keikhlasan

"Terus memendam amarah sama seperti
menggenggam bara panas untuk
dilontarkan kepada seseorang, Andalah
yang akan terbakar"-  Sidharta Gautama
Dalam hidup memang wajar kalau ada
peristiwa-peristiwa yang membuat kita
marah dan kecewa. Tapi cepat
kendalikan emosi Anda kembali. Jangan
biarkan rasa amarah, dendam, iri,
kesal atau kecewa kepada pasangan,
teman, rekan kerja, atau atasan di kantor
bercokol lama di hati kita.  
Kekesalan, amarah dan kekecewaan
hanya akan mengaktifkan hukum tarik
menarik, membuat Anda menerima apa
yang Anda berikan.
Bila kesal pada pasangan atau ada
kawan yang mengingkari janji, lalu
Anda menyalahkan mereka atas
kekacauan semua itu, maka Anda akan
mendapatkan kembali keadaan
yang dipersalahkan itu.
Kembalinya keadaan itu tidak harus
selalu dari orang yang Anda salahkan,
tetapi sejatinya Anda akan mendapatkan
kembali keadaan yang Anda salahkan itu.
Ikhlaskanlah, maafkanlah. Hati
akan terasa lebih lega dan ringan
dalam menjalani hidup, lebih fokus
terhadap tujuan hidup tanpa
terbebani penyakit-penyakit hati yang
hanya akan menghabiskan energi
positif.
"Jika saya mengikhlaskan diri saya,
saya menjadi yang saya inginkan. Jika
saya mengikhlaskan yang saya punya,
saya akan menerima apa yang saya
butuhkan" 
Semoga Allah SWT mengaruniai sabar
yang tak terbatas dan ikhlas yang
tak bertepi untuk kita semua, sehingga
apapun rintangan dan cobaan yang dilalui

akan terasa lebih ringan. :-)